Walaupun mata terasa berat karena menahan kantuk, Jumat, 17 Okt 08 gw tetap berangkat karena udah ada janji untuk menghadiri pertemuan di kantor cabang Depok. Berangkat dari Bintaro sekitar pukul 2 siang, gw pilih jalan lewat KKO Cilandak untuk menghindari kencangnya arus kendaraan di Jl. Margonda.
Setelah lewat dari Mall Cilandak, tepatnya dekat pintu masuk ragunan, mata merem untuk beberapa detik saking ngantuknya, begitu buka mata, posisi motor udah hampir menabrak mobil box yang tadinya terlihat jauh… fyuh, hampir saja..
Perjalanan berlanjut, gw lirik jam ternyata udah di angka 14.40, niat mau berhenti untuk ngopi akhirnya batal karena waktu udah terlalu sempit. Dan niat ngopi semakin batal karena sadar dengan kondisi motor yang ga bisa kencang, udah bisa dipastikan gw telat..!!
Motor melaju santai, angin sepoi-sepoi, tak sadar mata akhirnya merem lagi, tapi sayangnya sebelum mata melek..Brak!! Terjadi Benturan…
Gw buka mata, posisi tangan menyangga tubuh untuk angkat bodi, mata ngeliat aspal dan HP yang jatoh. Langsung gw sadar, ah.. gw kecelakaan.. ck..ck..ck..
Tuhan berikan lingkungan yang baik saat gw jatoh, di mana warga sekitar langsung memapah gw ke pinggir jalan, dan berikan air kumur, air minum, betadine & obat cina pengering luka. Gw ambil kaca spion yang lepas dari motor dan gw ngaca ngeliat luka, pelipis sobek & banyak darah dari bibir, setelah sebelumnya membuang pecahan gigi yang terasa di mulut. Dengan betadine & obat cina tadi, darah pun berhenti mengalir…
Singkat cerita, teman dari kantor datang menjemput, dan bawa gw ke RS Fatmawati. Masuk UGD, rontgen..lagi-lagi gw bersyukur, rahang yang tadinya gw pikir kena imbas, ternyata baik-baik aja. Untuk pelipis dan bibir divonis jahit, pelipis 4 jahitan dan bibir 3 jahitan. Tapi serem, yang jahit adalah calon dokter alias mahasiswi magang hixx…
Senin, 20 Okt 08 gw kembali ke RS, tapi kali ini gw ke RS Pertamina untuk menghindari calon dokter
Di sini dilakukan penggantian perban dan tambahan obat yang udah mau abis.
Sabtu, 25 Okt 08 kembali lagi ke Pertamina untuk buka jahitan, dan Puji Tuhan, jahitan yang agak gw khawatirkan ternyata tidak ada kendala sama sekali.
Terlihat lucu, ngantuk kok berkendara. Tapi dari sekian banyak cerita, ga sedikit orang yang berkendara dalam keadaan ngantuk kaya gw ini, terlebih di malam hari. Kondisi badan capek, mata juga udah minta istirahat, tapi karena ngerasa nanggung, ya perjalanan diterusin aja, malah gas ditarik kencang supaya mata melek..
Dari kejadian ini, gw cuma bisa kasih saran, himbauan buat semua teman-teman pengendara, saat ngantuk sebaiknya berhenti sebentar untuk cuci muka ataupun makan / minum.
“JANGAN PAKSAKAN MATA YANG UDAH LETIH UNTUK TERUS MENATAP JALANAN, BAHAYA !!”